A. Sejarah Desa
Desa Pandau Jaya adalah salah satu Desa di Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar yang mempunyai luas wilayah ± 14,274 Ha. Dilihat dari topografi dan menurut dari beberapa tokoh Desa Pandau Jaya terbentuk pada tahun 2000 berdasarkan SK Gubernur Riau Nomor 41 Tanggal 9 agustus 1999 atas usulan dan desakan masyarakat yang pada saat itu masih termasuk wilayah Desa Baru /RK I, Desa Baru yang saat itu terdiri dari 4 (empat) RK, yaitu RK I : Desa Baru, RK II Desa Pasir Putih, RK III Desa Pandau Jaya, RK IV Desa Bencah Limbat.
Kemudian pada bulan Maret 2000 atas usaha dan desakan masyarakat maka dimekarkan Rukun Warga (RW) 6 dan Rukun Warga (RW) 7 Desa Baru sesuai dengan SK Gubernur Riau No. 41 tanggal 9 agustus 1999 menjadi Desa Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu dengan batas wilayah sebagai berikut:
- Sebelah Utara Berbatasan dengan Jalan Pasir Putih
- Sebelah Timur Berbatasan dengan Desa Baru
- Sebelah Selatan Berbatasan dengan Sungai Tangon
- Sebelah Barat Berbatasan dengan Sungai Sialang
Sebagai PJ Kepala Desa Pandau Jaya oleh Pemerintah Kabupaten Kampar ditunjuk Bapak H. Syafaruddin untuk menjabat sebagai PJ Kepala Desa Pandau Jaya pada masa itu sampai tahun 2004, sehingga pada waktu nama Desa Pandau Jaya diambil alih oleh pihak pengembang/Developer Puskopkar Pandau Permai. Pada tahun 2004 diadakan pemilihan Kepala Desa Pandau Jaya yang pertama dimana pemilihannya dilakukan secara langsung yang diikuti oleh 3 (tiga) calon yaitu, H. Jalil Jamin, Alfian, SH, dan H. Syafaruddin, pada pemilihan Kepala Desa tersebut H. Syarifuddin mendapatkan suara terbanyak dan dinyatakan secara sah sebagai Kepala Desa Definitip dari tahun 2004-2010, setelah habis masa jabatan beliau selama 1 (satu) periode dilakukan kembali pemilihan Kepala Desa Pandau Jaya yang ikuti oleh 3(tiga) orang calon yaitu, H. Marwas, Zulkifli, dan Penggabean, pada pemlilihan tersebut H. Marwas mendapatkan suara terbanyak dan dinyatakan sebagai Kepala Desa Pandau Jaya pada periode 2010-2016, Dengan berakhirnya masa jabatan Kepala Desa Pandau Jaya yang akan diadakan pemilihan Kepala Desa bergelombang karena pemerintah menerapkan pilkada serentak sehinggaterjadi kekosongan Kepala Desa Pandau Jaya, maka Dinas PMD Kabupeten Kampar menunjulk Pj Kepala Desa Pandau Jaya I. Bapak Ali Iskandar, S. Sos selama + 1 (satu) bulan, di lanjutkan oleh Bapak Haryanto, SKM selama 6(enam) bulan, dan Bapak Syarifuddin, S. Pd selama6 (enam) bulan dan sampai pada akhirnya dilakukan pemilihan Kepala Desa Pandau Jaya Se-Kabupaten Kampar pada tanggal 19 Novemner 2017. Pada tanggal 19 November 2017 dengan berakhirnya masa 2017 dengan berakhirnya masa jabatan Pj. Kepala Desa Pandau Jaya diadakan pemilihan Kepala Desa yang diikuti oleh 3 (tiga) calon yaitu Bapak Zakirman, S.Pd, Kamaluddin Siregar, dan Firdaus Roza. Pada pemilihan tersebut yang mendapat suara terbanyak adalah Bapak Firdaus Roza dan dinyatakan sebagai Kepala Desa Pandau Jaya Definitip.
B. Sejarah Perkembangan Desa Pandau Jaya
|
Tahun
|
Kejadian
|
|
1
|
2
|
|
2000
|
Terbentuknya Desa Pandau Jaya yang pertama kali dipimpin oleh Kepala Desa Bapak H. Syarifuddin sebagai Pj Kepala Desa Pandau Jaya
|
|
|
2000-2010
|
Pada tahun 2004 diadakan pemilihan langsung yang diikuti oleh 3 (tiga) calon Kepala Desa yang akhirnya dimenangkan oleh Bapak H. Syarifuddin
|
|
|
2010-2016
|
Pada tahun 2010 dimana berakhirnya masa jabatan Kepala Desa Pandau Jaya, maka diadakan kembali pemilihan yang diikuti oleh 3(tiga) calon yang akhirnya dimenangkan oleh Bapak H. Marwas sebagai Kepsla Desa Pandau Jaya.
|
- Dari tahun ketahun jumlah penduduk Desa Pandau Jaya semain padat, namaun saat ini dimana sekolah baik SD, SMP dan SMA terjadi kekurangan ruang belajar sehingga proses belajar mengajar kurang optimal,
- penataan pajak yang kurang baik sehingga wajib pajak tidak terlaksana lebih kurag 20% dikarenakan kurang koordinasi dengan pemerintah desa.
|
|
2016-2017
|
Dengan berakhirnya masa jabatan Kepala Desa Pandau Jaya yang akan diadakan pemilihan Kepala Desa bergelombang karena pemerintah menerapkan pilkada serentak sehinggaterjadi kekosongan Kepala Desa Pandau Jaya, maka Dinas PMD Kabupeten Kampar menunjulk Pj Kepala Desa Pandau Jaya I. Bapak Ali Iskandar, S. Sos selama + 1 (satu) bulan, di lanjutkan oleh Bapak Haryanto, SKM selama 6(enam) bulan, dan Bapak Syarifuddin, S. Pd selama6 (enam) bulan dan sampai pada akhirnya dilakukan pemilihan Kepala Desa Pandau Jaya Se-Kabupaten Kampar pada tanggal 19 Novemner 2017.
|
- Dalam hal pembangunan desa hingga saat ini Fasum Perumahan Puskopkar belum jelas statusnya.
|
|
2017-2023
|
Pada tanggal 19 November 2017 dengan berakhirnya masa jabatan Pj. Kepala Desa Pandau Jaya diadakan pemilihan Kepala Desa yang diikuti oleh 3 (tiga) calon yaitu Bapak Zakirman, S.Pd, Kamaluddin Siregar, dan Firdaus Roza. Pada pemilihan tersebut yang mendapat suara terbanyak adalah Bapak Firdaus Roza dan dinyatakan sebagai Kepala Desa Pandau Jaya Deifinitip.
|
-
|
C. Profil Wilayah
Desa pandau jaya terdiri dari 5 Dusun dan RW.29 dan RT.114 yang tersebar di lima dusun.
|
NO
|
NAMA
|
JABATAN
|
JUMLAH
|
|
1
|
ADI CANDRA
|
Kadus I Pandau Makmur
|
1 Orang
|
|
2
|
Ir. NUR AINI
|
Kadus II Pandau Permai
|
1 Orang
|
|
3
|
NAZARUDDIN
|
Kadus III Bencah Limbat
|
1 Orang
|
|
4
|
SUPRIANTO
|
Kadus IV Gading Marpoyan
|
1 Orang
|
|
5
|
ZAKIRMAN
|
Kadus V Sei Tangon Permai
|
1 Orang
|
D. Profil Masyarakat Desa
Desa Pandau Jaya adalah salah satu desa di Kecamatan Siak Hulu, KabupatenKampar, Provinsi Riau. Desa ini berdiri pada tahun 1999 dan dikenal sebagai salah satu desa dengan perkembangan yang pesat, baik dari segi jumlah penduduk maupun pembangunan infrastruktur. Desa Pandau Jaya memiliki ciri khas masyarakat yang heterogen, dengan berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya yang hidup rukun dan harmonis.
E. Profil Masyarakat Desa
Desa Pandau Jaya adalah salah satu desa di Kecamatan Siak Hulu, KabupatenKampar, Provinsi Riau. Desa ini berdiri pada tahun 1999 dan dikenal sebagai salah satu desa dengan perkembangan yang pesat, baik dari segi jumlah penduduk maupun pembangunan infrastruktur.
Desa Pandau Jaya memiliki ciri khas masyarakat yang heterogen, dengan berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya yang hidup rukun dan harmonis.
F. Jumlah Penduduk
Perkiraan jumlah penduduk saat ini: ± 33.233 jiwa, dengan rincian:
|
Laki-Laki
|
16.739 Orang
|
|
Perempuan
|
16.494 Orang
|
|
Kepala Keluarga
|
9.625 KK
|
|
Total
|
33.233 Orang
|
|
Kepadatan Penduduk
|
232,82 per KM
|
G. POTENSI SUMBER DAYA ALAM
1. POTENSI UMUM
1.1 Batas Wilayah
|
BATAS
|
DESA/ KELURAHAN
|
KECAMATAN
|
|
Sebelah utara
|
Jalan pasir putih
|
Siak Hulu
|
|
Sebelah selatan
|
Sungai tangon
|
Siak Hulu
|
|
Sebelah timur
|
Desa baru
|
Siak Hulu
|
|
Sebelah barat
|
Sungai sialang
|
Siak Hulu
|
1.2 Penetapan Batas dan Peta Wilayah
|
PENETAPAN BATAS
|
DASAR HUKUM
|
PETA WILAYAH
|
|
Sudah ada
Belum ada
|
Perdes No:
|
Ada Tidak Ada
|
|
Perda No :
|
1.3 POTENSI SUMBER DAYA ALAM
1.3.1 LUAS WILAYAH MENURUT PENGGUNAAN
|
A. TANAH SAWAH
|
|
|
JENIS SAWAH
|
Luas (Ha)
|
|
1. Sawah irigasi teknis
|
-
|
|
2. Sawah irigasi ½ teknis
|
50 Ha
|
|
3. Sawah tadah hujan
|
-
|
|
4. Sawah pasang surut
|
-
|
|
Total luas (1+2+3+4)
|
-
|
|
|
|
|
B. TANAH KERING
|
|
|
JENIS TANAH KERING
|
Luas (Ha)
|
|
1. Tegal/ Ladang
|
50 Ha
|
|
2. Pemukiman
|
11.300 Ha
|
|
3. Pekarangan
|
976 Ha
|
|
Total luas (1+2+3)
|
12.326 Ha
|
|
|
|
|
C. TANAH BASAH
|
|
|
JENIS TANAH BASAH
|
Luas (Ha)
|
|
1. Tanah Rawa
|
420 Ha
|
|
2. Pasang Surut
|
-
|
|
3. Lahan Gambut
|
160 Ha
|
|
4. Situ/Waduk/Danau
|
-
|
|
Total luas (1+2+3+4)
|
580 Ha
|
|
|
|
|
D. TANAH PERKEBUNAN
|
|
|
JENIS PERKEBUNAN
|
Luas (Ha)
|
|
1. Tanah Perkebunan Rakyat
|
120 Ha
|
|
2. Tanah Perkebunan Negara
|
-
|
|
3. Tanah Perkebunan Swasta
|
6 Ha
|
|
4. Tanah Perkebunan Perorangan
|
459 Ha
|
|
Total luas (1+2+3+4)
|
585 Ha
|
|
|
|
|
E. TANAH FASILITAS UMUM
|
|
|
JENIS FASILITAS UMUM
|
Luas (Ha)
|
|
1. Kas Desa/Kelurahan (a+b+c+d) :
|
|
|
a. Tanah bengkok
|
-
|
|
b. Tanah titisara
|
-
|
|
c. Kebun desa
|
-
|
|
d. Sawah desa
|
-
|
|
2. Lapangan olahraga
|
5 Ha
|
|
3. Perkantoran pemerintah
|
1 Ha
|
|
4. Ruang publik/ taman kota
|
8 Ha
|
|
5. Tempat pemakaman desa/ umum
|
5 Ha
|
|
6. Tempat pembuangan sampah
|
4 Ha
|
|
7. Bangunan sekolah/ perguruan tinggi
|
10 Ha
|
|
8. Pertokoan
|
10 Ha
|
|
9. Fasilitas pasar
|
2 Ha
|
|
10. Terminal
|
-
|
|
11. Jalan
|
100 Ha
|
|
12. Daerah tangka panair
|
10 Ha
|
|
13. Usaha perikanan
|
100 Ha
|
|
14. Sutet/ aliran listrik tegangan tinggi
|
100 Ha
|
|
Total luas (1+2+3+4+5+6+7+8...+14)
|
355 Ha
|
|
|
|
|
F. TANAH HUTAN
|
|
|
JENIS HUTAN
|
Luas (Ha)
|
|
1. Hutan lindung
|
3 Ha
|
|
2. Hutan produksi (a+b)
|
|
|
a. Hutan produksi tetap
|
-
|
|
b. Hutan terbatas
|
10 Ha
|
|
3. Hutan konservasi
|
15 Ha
|
|
4. Hutan adat
|
-
|
|
5. Hutan asli
|
-
|
|
6. Hutan sekunder
|
350 Ha
|
|
7. Hutan buatan
|
-
|
|
8. Hutan mangrove
|
-
|
|
9. Hutan suaka (a+b)
|
|
|
a. -Suaka alam
|
-
|
|
b. Suaka margasatwa
|
-
|
|
10. Hutan rakyat
|
-
|
|
|
|
|
Total luas (1+2+3+....+10)
|
378 Ha
|
|
Luas Desa/Kelurahan (A+B+C+....+F)
|
14.274 Ha
|
- IKLIM
|
Curah hujan
|
|
Mm
|
|
Jumlah bulan hujan
|
|
Bulan
|
|
Kelembapan
|
|
|
|
Suhu rata-rata harian
|
|
23 0C
|
|
Tinggi tempat dari permukaan laut
|
|
Mdl
|
1.4 JENIS DAN KESUBURAN TANAH
|
Warna tanah (sebagian besar)
|
Merah/ Kuning/ Hitam/ Abu-Abu
|
|
Tekstur tanah
|
Lampungan/ Pasiran/ Debuan
|
|
Tingkat kemiringan tanah (o)
|
|
|
Lahan kritis (Ha)
|
|
|
Lahan terlantar (Ha)
|
100 Ha
|
|
Tingkat erosi tanah
|
|
|
Jenis Erosi
|
Luas (Ha)
|
|
Tanah Erosi Ringan
|
-
|
|
Tanah Erosi Sedang
|
-
|
|
Tanah Erosi Berat
|
-
|
|
Tanah Yang Tidak Ada Erosi
|
-
|
1.5 TOPOGRAFI
|
BENTANGAN WILAYAH
|
Keberadaan
(P=Ada)
|
Luas(Ha)
|
|
1. Desa/ kelurahan dataran rendah
|
P
|
200 Ha
|
|
2. Desa/ kelurahan berbukit-bukit
|
-
|
Ha
|
|
3. Desa/ kelurahan dataran tinggi/ pegunungan
|
-
|
Ha
|
|
4. Desa/ kelurahan lereng gunung
|
-
|
Ha
|
|
5. Desa/ kelurahan tepi pantai/ pesisir
|
-
|
Ha
|
|
6. Desa/ kelurahan kawasan rawa
|
|
100 Ha
|
|
7. Desa/ kelurahan kawasan gambut
|
P
|
50 Ha
|
|
8. Desa/ kelurahan aliran sungai
|
P
|
200 Ha
|
|
9. Desa/ kelurahan bantaran sungai
|
|
|
|
LETAK
|
Keberadaan
(P=Ada)
|
Luas(Ha)
|
|
1. Desa/ kelurahan kawasan perkantoran
|
A
|
15 Ha
|
|
2. Desa/ kelurahan kawasan pertokoan/ bisnis
|
-
|
100 Ha
|
|
3. Desa/ kelurahan kawasan campuran
|
|
200 Ha
|
|
4. Desa/ kelurahan kawasan industry
|
|
Ha
|
|
5. Desa/ Kelurahan kepulauan
|
|
Ha
|
|
6. Desa/ Kelurahan pantai/ pesisir
|
|
Ha
|
|
7. Desa/ Kelurahan kawasan hutan
|
|
Ha
|
|
8. Desa/ Kelurahan taman suaka
|
|
Ha
|
|
9. Desa/ Kelurahan kawasan wisata
|
|
Ha
|
|
10. Desa/ Kelurahan perbatasan dengan negara lain
|
|
Ha
|
|
11. Desa/ Kelurahan perbatasan dengan provinsi lain
|
|
Ha
|
|
12. Desa/ Kelurahan perbatasan dengan kabupaten lain
|
|
Ha
|
|
13. Desa/ Kelurahan perbatasan antar kecamatan lain
|
|
Ha
|
|
14. Desa/ kelurahan DAS/ bantaran sungai
|
|
Ha
|
|
15. Desa/ kelurahan rawan banjir
|
|
Ha
|
|
16. Desa/ kelurahan bebas banjir
|
|
Ha
|
|
17. Desa/ kelurahan potensial tsunami
|
|
Ha
|
|
18. Desa/ kelurahan rawan jalur gempa bumi
|
|
Ha
|
|
Orbitasi
|
|
1. Jarak ke ibu kota kecamatan (km)
|
|
|
a. Lama jarak tempuh ke ibu kota kecamatan dengan kendaraan bermotor (Jam)
|
16 Km
|
|
b. Lama jarak tempuh ke ibu kota kecamatan dengan berjalan kaki atau kendaraan non bermotor (Jam)
|
½ Jam
|
|
c. Jumlah Kendaraan umum ke ibu kota kecamatan (Unit)
|
-
|
|
2. Jarak ke ibu kota kabupaten/ kota (km)
|
65 Km
|
|
a. Lama jarak tempuh ke ibu kota kabupaten dengan kendaraan bermotor (Jam)
|
1,5 Jam
|
|
b. Lama jarak tempuh ke ibu kota kabupaten dengan berjalan kaki atau kendaraan non bermotor (Jam)
|
1,5 Jam
|
|
c. Kendaraan umum ke ibu kota kabupaten/ kota (Unit)
|
-
|
|
|
|
|
3. Jarak ke ibu kota provinsi (km)
|
22 Km
|
|
a. Lama jarak tempuh ke ibu kota provinsi dengan kendaraan bermotor (Jam)
|
½ Jam
|
|
b. Lama jarak tempuh ke ibu kota provinsi dengan berjalan kaki atau kendaraan non bermotor (Jam)
|
½ Jam
|
|
c. Kendaraan umum ke ibu kota provinsi (Unit)
|
20 Unit
|